“REVOLUSI HARGA MATI”

Di negeri ini sepak bola bukan lagi sebuah cabang olahraga. Tak dipungkiri lagi sepak bola sudah masuk kedalam berbagai aspek kehidupan masyarakat tak perduli golongan, umur, gender, status, atau ras. Bahkan sadar atau tidak beberapa kalangan menganggap sepak bola bagaikan agama kedua dan tim adalah Negara kedua. Contoh riil seperti fanatisme Aremania, Bonekmania, Jack Mania, dll. Begitupun kami Pasoepati, walau tim kami bukan tim besar dan hanya bermain di strata kedua tapi animo dan fanatisme kami tak pernah surut, terlihat setiap tour laga tandang tak kurang dari seribu Pasoepati pasti datang mendukung.

Sebuah atmosfer negara sepak bola yang seharusnya bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk berbagai hal positif seperti penggerak ekonomi atau pariwisata. Tapi fakta yang terjadi berbanding terbalik, carut marut dualisme kompetisi, egoisitas kepentingan kaum ELIT didalamya, dan masuknya unsur muatan POLITIK yang menodai FAIR PLAY dalam sepak bola. Merusak dan merampas sepak bola yang sejatinya milik supporter dan seluruh warga Indonesia demi kepentingan kalangan ELIT tertentu yang selalu menyebut diri mereka PROFESIONAL. Sebuah kebohongan publik yang terlihat jelas dan sangat miris.

GambarBagi mereka sepak bola hanya lahan POLITIK dan kita hanya bagai sapi perah untuk kekayaan mereka, mungkin halal bagi mereka untuk menjadikan kita tumbal. Semua jadi korban tak terkecuali kita para sporter dan pemain. Mirisnya lagi apa yang terjadi pada DIEGO MENDIETA menanti gaji hingga mati, bukti busuknya manajemen dan federasi sepak bola kita. Tanpa hati mereka saling tuding mencari kambing hitam berlomba mencari muka di media bak pahlawan. Saat ancaman FIFA didepan mata mereka masih saja EGOIS dengan kelompok dan kepentingan mereka, mau dibawa kemana sepak bola kita?

Sebuah Tanya dari kami untuk seluruh pecinta Sepak Bola Indonesia beranikah kita bersatu, singkirkan sejenak rivalitas kita satu dengan yang lain, untuk satu tujuan “REVOLUSI”. Kita bukan sapi perah mereka, sepak bola bukan milik mereka tapi milik kita seluruh warga Indonesia. Lengserkan mereka ELIT POLITIK dalam sepak bola gantikan dengan orang yang benar benar paham, mengerti, dan mencintai sepak bola bagai bagian hidupnya. Buang dan penjarakan sampah sampah sepak bola kita.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s